Friday, November 12, 2021

PERANG DAGANG AS VS CHINA DAN PENGARUHNYA BAGI INDONESIA - PERTEMUAN 4

Perang dagang antara AS vs China sudah berlangsung sejak lama, dimulai sejak neraca perdagangan AS selalu deficit terhadap China. Artinya, ekspor AS ke China lebih kecil daripada impor AS kepada China. Lalu, presiden AS memilih Langkah proteksionisme, untuk memperbaiki neraca perdagangan AS. Langkah proteksionisme ada 2 macam, yang pertama adalah memutus semua kegiatan ekspor impor atau yang kedua adalah menaikkan bea masuk sehingga barang-barang dari China sehingga China kesulitan menembus pasar AS.

Begitu pula China, tidak tinggal diam. China menerapkan pajak dan bea masuk yang tinggi untuk lebih dari 120 jenis barang yang diekspor AS ke China. Termasuk kacang kedelai, yang merupakan komoditas utama AS ke China. Mereka saling menaikkan bea masuk pada komoditas ekspor impornya. Setelah China melapor pada WTO, maka belakangan perang ini sudah mulai mereda, namun sejak adanya covid 19 di Wuhan, perang dagang memanas kembali.

Dampak thd indonesia :

Menguntungkan. Karena bisa mengambil jatah ekspor yang sebenarnya dipasok oleh China. Karena mereka sedang perang, sehingga AS membuat kebijakan menaikkan bea masuk barang dr China. Begitu juga sebaliknya, Indonesia dapat menyuplai barang-barang ke China, yang tidak dapat dilakukan oleh AS.

Ukuran perekonomian  :

- Pendapatan Nasional (GDP)

- Tenaga kerja

- Perubahan harga, inflasi

- Neraca perdagangan dan pembayaran

- Apresiasi (penguatan rupiah thd dollar), namun dampaknya ekspor kita pasti menurun juga


--

#bandungbusinessschool
#stiestembi
#stembibandung
#amikhass
#steistembi
#tugaskuliah
#teknologikomunikasi
#postingan
#akuntansi
#manajemen
#ekonomisyariah
#manajemeninformatika
#magistermanajemeninovasi
#mmi

No comments:

Post a Comment